Beranda / Articles / Kitchen set kabinet atas
Kitchen Set Kabinet Atas: Cerita Sinta yang Akhirnya Berani Menggantung Piringnya
Piring menumpuk di meja, bumbu berserakan di mana-mana
Pukul enam sore, dapur kecil Sinta sudah ramai. Minyak panas berdesis di wajan, bau bawang putih yang ditumis menyebar ke seluruh rumah, dan dari ruang tengah terdengar kartun anak-anaknya yang diputar agak kencang.
Perempuan 35 tahun itu menggeser tumpukan piring dengan siku, karena kedua tangannya penuh. Di rumah tipe 36 di Bekasi itu, dapurnya sudah punya kabinet bawah. Tapi dindingnya di atas meja masih kosong. Piring dan gelas bertumpuk di rak plastik, toples bumbu berbaris di pinggir meja, dan setiap kali memotong sayur, Sinta harus mencari tempat dulu.
Sinta bekerja sebagai staf administrasi, dan sore hari adalah waktu paling sibuknya. Ia ingin masak cepat, tapi dapurnya justru membuatnya berputar-putar mencari barang.
"Meja kerjanya itu sempit banget," keluh Sinta sambil mengelap tangan di celemek. "Tapi dinding di atasnya malah dibiarkan kosong. Sayang banget, kan?"
Ragu pasang kabinet atas: takut dapurnya jadi sumpek
Sinta sebenarnya sudah lama ingin memasang kitchen set kabinet atas. Tapi setiap kali membayangkannya, ada saja yang membuatnya mundur.
Pertama, ia khawatir dapurnya makin sempit dan gelap. Kedua, tingginya hanya sekitar 155 cm, jadi ia takut rak paling atas tidak terjangkau. Ketiga, ia pernah membentur sudut kabinet gantung di rumah temannya, dan rasa nyerinya masih terbayang sampai sekarang.
Jadi ia mulai mencari tahu dulu. Satu per satu pertanyaannya ia tulis di catatan ponsel, lalu ia bawa ke workshop untuk ditanyakan langsung.
Apa itu kitchen set kabinet atas?
Kitchen set kabinet atas adalah lemari dapur yang dipasang menggantung di dinding, tepat di atas meja kerja. Isinya biasanya piring, gelas, mangkuk, toples, dan bahan makanan kering. Karena letaknya di atas, kabinet ini memanfaatkan dinding yang sebelumnya kosong, sehingga meja kerja tetap lega.
Kabinet atas biasanya dibuat sepasang dengan kabinet bawah, tapi bisa juga dipasang sendiri-sendiri. Kalau kamu ingin melihat gambaran paket lengkapnya, baca kabinet dapur atas bawah. Untuk pembahasan umum tentang lemari dapur custom, lihat kabinet kitchen set.
Manfaat utamanya ada beberapa:
- Penyimpanan tambah banyak tanpa memakan lantai dapur.
- Meja kerja lebih bersih, karena barang kecil punya tempat sendiri.
- Barang sehari-hari di tinggi tangan, jadi tidak perlu membungkuk.
- Tampilan dapur lebih rapi dan menyatu, terutama dengan kabinet bawah.
Pilihan model kabinet atas yang bisa dipilih
Di workshop, Pak Tukang membuka beberapa contoh pintu. Sinta mencoba membuka dan menutup satu per satu, mendengar bunyi engselnya, dan merasakan berat pintunya di tangan.
| Model | Kelebihan | Catatan |
|---|---|---|
| Pintu engsel (buka ke samping) | Paling umum, sederhana, perawatan mudah | Butuh ruang kosong di depan saat pintu dibuka |
| Pintu angkat (buka ke atas) | Tidak mengenai kepala, isi terlihat semua | Mekanismenya lebih rumit, biaya biasanya lebih tinggi |
| Pintu geser | Hemat ruang, cocok untuk dapur sempit | Hanya setengah isi yang terbuka sekaligus |
| Rak terbuka (tanpa pintu) | Terasa lega, barang mudah diambil | Mudah berdebu, isinya harus selalu rapi |
| Kombinasi tertutup dan terbuka | Seimbang antara rapi dan ringan | Perlu perencanaan komposisi sejak awal |
Sinta tertarik pada pintu angkat, karena ia ingat kejadian membentur sudut pintu gantung dulu. Tapi akhirnya ia memilih kombinasi: pintu engsel di sisi kanan untuk piring, dan satu modul pintu angkat di atas area kompor.
Ukuran dan tinggi pemasangan: sesuaikan dengan tinggimu
Pak Tukang meminta Sinta berdiri tegak di depan dinding, lalu mengangkat tangan setinggi yang nyaman. Ia menandai dinding dengan pensil, tepat di ujung jari Sinta.
"Kabinet atas itu bukan soal kuat atau muat saja," katanya. "Yang paling penting, Ibu bisa ambil piring tanpa jinjit."
| Bagian | Ukuran umum |
|---|---|
| Tinggi kabinet atas | Sekitar 60 sampai 80 cm |
| Kedalaman kabinet atas | Sekitar 30 sampai 35 cm |
| Jarak meja kerja ke dasar kabinet atas | Sekitar 60 sampai 70 cm |
| Jarak di atas kompor | Lebih tinggi dari area lain, sesuai saran pemasangan kompor dan cerobong |
| Lebar satu modul pintu | Sekitar 40 sampai 60 cm |
Angka di atas patokan umum saja. Tinggi badan pemakai, tinggi plafon, posisi jendela, dan letak stop kontak bisa membuat ukuran akhirnya berbeda, jadi tetap perlu diukur langsung di dapurmu.
Untuk tinggimu yang di bawah rata-rata, ada beberapa trik yang bisa dipakai. Turunkan sedikit posisi kabinet atas, simpan barang paling sering dipakai di rak tengah, dan pakai rak teratas hanya untuk barang yang jarang diambil. Bisa juga dilengkapi pijakan kecil yang dipakai sesekali.
Bahan yang cocok untuk kabinet atas
Berbeda dengan kabinet bawah, kabinet atas jauh dari air. Itu sebabnya bahan yang lebih ringan sering sudah cukup. Tapi bukan berarti boleh sembarangan, karena kabinet ini menanggung beban piring dan gelas yang tidak sedikit.
- Blockboard, ringan, stabil, dan nyaman untuk dipasang menggantung.
- Multiplek, kuat menahan beban, pilih ketebalan yang sesuai isi kabinet.
- Finishing HPL, permukaan keras, mudah dilap dari cipratan minyak, motifnya beragam.
- Finishing duco, tampil mulus dan warnanya bebas dipilih, tapi perlu perawatan lebih hati-hati.
- Engsel dan rel berkualitas, bagian kecil yang dipakai tiap hari dan menentukan kenyamanan.
- Pengait dinding yang kuat, penting supaya kabinet tidak miring seiring waktu.
Sinta memilih blockboard berlapis HPL putih, dengan satu panel motif kayu di sisi kanan supaya dapurnya tidak terlihat dingin.
Supaya dapur tidak terasa sempit dan gelap
Kekhawatiran terbesar Sinta ternyata bisa diatasi dengan beberapa keputusan sederhana:
- Pilih warna terang, supaya cahaya memantul dan dapur terasa luas.
- Kedalaman jangan berlebihan, sekitar 30 sampai 35 cm sudah cukup untuk piring dan gelas.
- Pasang lampu LED di bawah kabinet, menerangi meja kerja dan mengurangi bayangan.
- Pintu tanpa gagang menonjol, supaya sudut kabinet tidak mudah membentur kepala.
- Jangan penuhi seluruh dinding, sisakan satu sisi lebih terbuka bila dapur kecil.
Kalau setelah dipikir-pikir kamu merasa dapurmu memang terlalu sempit untuk kabinet atas, ada opsi lain di kitchen set tanpa kabinet atas.
Cara mengatur isi kabinet atas supaya enak dipakai
Dua minggu kemudian, kabinet itu terpasang. Aroma kayu baru samar tercium, dan permukaan HPL-nya terasa halus dan dingin di telapak tangan. Sinta membuka pintunya perlahan, nyaris tanpa bunyi, lalu mulai menata isinya.
- Rak tengah untuk barang yang tiap hari dipakai. Piring makan, gelas, dan mangkuk di tinggi tangan.
- Rak bawah untuk toples bumbu dan bahan kering. Garam, gula, dan kopi gampang diambil sambil memasak.
- Rak teratas untuk barang jarang dipakai. Piring tamu, wadah musiman, atau stok ringan.
- Barang berat jangan di atas. Blender, panci besar, dan wadah penuh sebaiknya di kabinet bawah.
- Beri sekat atau rak tambahan. Piring ditegakkan lebih mudah diambil dibanding ditumpuk.
Untuk pembahasan bagian bawahnya, baca kitchen set kabinet bawah dan kabinet dapur bawah.
Budget: bagian mana yang jangan dihemat?
Sinta menyiapkan anggaran terbatas, jadi ia menyusun prioritas. Biaya akhirnya bergantung pada ukuran, bahan, finishing, mekanisme pintu, dan aksesori. Penjelasan faktor penentu biayanya ada di harga kitchen set dapur bawah.
| Bagian | Prioritas | Saran |
|---|---|---|
| Pengait dan penyangga dinding | Utama | Jangan hemat, ini soal keamanan |
| Engsel dan mekanisme pintu | Utama | Dipakai tiap hari, pilih yang kualitasnya baik |
| Rangka dan ketebalan papan | Penting | Sesuaikan dengan berat isi kabinet |
| Finishing luar | Fleksibel | Motif sederhana biasanya lebih hemat |
| Lampu LED bawah kabinet | Fleksibel | Bisa dipasang sekalian atau menyusul |
| Panjang kabinet | Fleksibel | Bisa dimulai dari satu sisi dinding dulu |
Sore yang berbeda di dapur Sinta
Sebulan kemudian, Sinta berdiri di dapurnya menjelang maghrib. Lampu LED menyala hangat di bawah kabinet, memantul lembut di meja kerja. Piring sudah rapi di rak tengah, toples bumbu berbaris di rak bawah, dan meja kerjanya kosong, siap dipakai.
Dari ruang tengah terdengar tawa anak-anaknya. Aroma tumisan bawang memenuhi dapur, dan untuk pertama kalinya Sinta bisa bergerak tanpa harus memindahkan barang dulu.
"Ternyata yang bikin dapur sesak itu bukan ukurannya," kata Sinta sambil tersenyum. "Tapi barang yang nggak punya rumah."
Kesalahan umum saat memasang kabinet atas
- Memasang terlalu tinggi. Ukur jangkauan pemakai utama, jangan hanya mengikuti standar.
- Kedalaman berlebihan. Kepala mudah terbentur dan dapur terasa menekan.
- Meremehkan beban isi. Piring dan gelas berat kalau menumpuk, pilih papan dan pengait yang kuat.
- Lupa posisi kompor dan cerobong. Beri jarak aman di atas kompor.
- Tidak menghitung pipa dan stop kontak. Tentukan sebelum produksi, bukan sesudah.
- Terlalu banyak pintu, tidak ada rak terbuka. Satu bagian terbuka bisa membuat dapur terasa lebih ringan.
- Mengikuti tren tanpa melihat kebiasaan. Pilih model yang cocok dengan caramu memasak.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa itu kitchen set kabinet atas?
Lemari dapur yang dipasang menggantung di dinding, di atas meja kerja, untuk menyimpan piring, gelas, toples, dan bahan makanan kering.
Berapa tinggi pemasangan kitchen set kabinet atas yang pas?
Jarak umumnya sekitar 60 sampai 70 cm dari meja kerja ke dasar kabinet. Sesuaikan juga dengan tinggi badan pemakai utama supaya rak teratas masih terjangkau.
Apakah kabinet atas bikin dapur kecil terasa sempit?
Bisa, kalau terlalu dalam dan gelap. Kedalaman sekitar 30 sampai 35 cm, warna terang, dan lampu di bawah kabinet membantu dapur tetap terasa lega.
Bahan apa yang cocok untuk kitchen set kabinet atas?
Blockboard atau multiplek berlapis HPL sering dipilih karena ringan dan mudah dibersihkan. Pastikan sambungan, engsel, dan pengaitnya kuat menahan beban.
Ringkasannya
- Kitchen set kabinet atas memanfaatkan dinding kosong di atas meja kerja untuk penyimpanan tambahan.
- Pilih model pintu engsel, angkat, geser, rak terbuka, atau kombinasinya sesuai kebiasaan dan lebar dapur.
- Tinggi pemasangan sebaiknya disesuaikan dengan tinggi badan pemakai utama, bukan hanya mengikuti standar.
- Warna terang, kedalaman secukupnya, dan lampu bawah kabinet membuat dapur kecil tetap terasa lega.
- Jangan hemat di pengait dinding dan engsel, karena keduanya menyangkut keamanan dan kenyamanan sehari-hari.
Baca juga
- Kabinet kitchen set minimalis: model, bahan, ukuran, dan cara mengatur budget
- Kabinet dapur atas bawah: panduan paket lengkap untuk dapur kecil
- Kitchen set kabinet bawah: model, bahan, ukuran, dan tips memilih
- Kitchen set tanpa kabinet atas: alternatif untuk dapur kecil
- Kitchen minimalis: ciri, ukuran, dan tips desain dapur kecil
Ingin memasang kitchen set kabinet atas sesuai dapurmu?
Kirim foto dapur dan ukurannya lewat WhatsApp, sekalian sebutkan tinggi badanmu. Pak Tukang akan bantu menentukan tinggi pemasangan, model pintu, dan bahan yang pas, serta memberi gambaran biaya, gratis. Workshop kami di Serpong juga terbuka kalau kamu ingin melihat dan mencoba langsung contoh pintunya.