Logo Berkah Furniture dan Interior Berkah Furniture dan Interior
Kitchen Set Serpong - Berkah Furniture dan Interior

Beranda / Articles / Kabinet dapur bawah

Kabinet Dapur Bawah: Cerita Rina yang Panci dan Wajannya Tidak Punya Rumah

· Berkah Furniture dan Interior

Kabinet dapur bawah dengan laci dan pintu di dapur sempit rumah tipe 36

Bunyi gemerincing dari lantai dapur

Pagi itu Rina berjongkok di lantai dapur, tangannya mengobok-obok tumpukan panci yang disusun seadanya di kolong. Klontang! Tutup wajan menggelinding keluar dan berputar-putar di ubin yang dingin, tepat saat panci di atas kompor mulai mendesis.

Dapurnya cuma selebar kira-kira dua meter. Di bagian atas, rak sudah penuh. Di bagian bawah? Hampir kosong, hanya ada dua kardus bekas pindahan yang mulai lembap dan berbau apek. Semua perabot yang tidak punya tempat akhirnya tidur di lantai.

"Kenapa ya, bagian bawah dapur ini kok tidak kepikiran dari awal?"

Malam harinya, sambil menunggu nasi matang, Rina mengetik di ponsel: kabinet dapur bawah. Ternyata, memilih kabinet bawah dapur tidak sesederhana "pesan lemari dan selesai". Ada ukuran, bahan, dan model yang perlu dipahami dulu. Inilah yang ia catat.

Apa sebenarnya fungsi kabinet dapur bawah?

Kabinet dapur bawah, atau sering juga disebut kitchen set bawah dapur, adalah deretan lemari yang berdiri di lantai, tepat di bawah meja dapur. Fungsinya jauh lebih banyak dari sekadar tempat menyimpan:

  • Menopang meja dapur tempat kamu mengiris, meracik, dan menaruh kompor tanam atau bak cuci.
  • Menyimpan barang yang berat seperti panci besar, wajan, blender, dan rice cooker, supaya lebih aman dan tidak perlu diangkat tinggi-tinggi.
  • Menyembunyikan pipa dan instalasi di kolong bak cuci agar dapur terlihat rapi.

Ukuran standar kabinet bawah dapur

Rina mengukur dapurnya dengan meteran sambil menempelkan catatan di pintu kulkas. Ini patokan umum yang ia kumpulkan:

Ukuran standar kabinet dapur bawah: tinggi, kedalaman, dan lebar modul
BagianUkuran umum
Tinggi (termasuk meja atas)Sekitar 80 sampai 90 cm
KedalamanSekitar 55 sampai 60 cm
Lebar per modulSering dibuat 40, 60, 80, atau 90 cm
Tinggi kaki atau plintSekitar 10 cm

Angka ini patokan umum, jadi tetap sesuaikan dengan ruangmu dan tinggi badan orang yang paling sering memasak. Meja yang terlalu rendah membuat punggung pegal, dan yang terlalu tinggi bikin bahu cepat lelah. Kalau dapurmu sempit seperti dapur Rina, kedalaman kabinet bawah dapur bisa dikurangi sedikit, asalkan kompor dan bak cuci tetap muat. Kisah lengkapnya ada di dapur 2 meter Rina di Solo.

Bahan: yang tahan air dan tahan lama

Rina sempat memegang sampel bahan di workshop. Permukaannya ada yang licin dingin, ada yang sedikit bertekstur kayu. Bagian bawah dapur adalah area paling "basah" dan paling lembap, jadi pilihan bahan penting sekali.

BahanKelebihanHal yang perlu diperhatikan
AluminiumTahan air dan rayap, cocok untuk area basahPilihan tampilan dan motif lebih terbatas dibanding bahan kayu
Multiplek dengan finishing HPLBanyak pilihan motif dan warnaTepi dan sambungan harus tertutup rapat agar air tidak masuk
BlockboardKuat dan kokoh untuk menopang bebanPerlu pelapis tahan air, terutama di sekitar bak cuci
MDFPermukaan rata, cocok untuk gaya minimalisKurang tahan lembap, sebaiknya dihindari di kolong bak cuci

Soal selisih biaya antara aluminium dan multiplek, kamu bisa baca perbandingan harga per meter aluminium dan multiplek.

Model kabinet bawah: laci, pintu, atau kombinasi?

Rina membayangkan dirinya memasak setiap hari. Ia ingin bisa mengambil wajan tanpa jongkok dalam-dalam dan mengobrak-abrik isi kolong. Dari situ ia belajar tiga model utama:

  • Laci tarik. Cocok untuk panci, wajan, dan peralatan masak, karena isinya terlihat dari atas dan mudah diambil.
  • Pintu swing. Sederhana dan pas untuk kolong bak cuci atau tempat tabung gas dan galon.
  • Rak tarik atau rak piring di dalam kabinet. Cocok kalau kamu ingin piring dan mangkuk tersimpan rapi di bawah. Lihat juga ide set minimalis untuk rumah tipe 36.

Banyak dapur memadukan ketiganya: laci di dekat kompor, pintu di kolong wastafel, dan rak di sisi yang paling sering dibuka.

Kesalahan yang sering terjadi pada kabinet bawah dapur

  1. Tidak memikirkan air. Papan bawah kabinet yang kena rembesan bisa menggembung, berbau, dan akhirnya rusak.
  2. Engsel dan rel laci asal murah. Dibuka-tutup puluhan kali sehari, bagian ini cepat aus dan berbunyi.
  3. Lupa ukuran peralatan. Panci besar, blender, atau rice cooker tidak muat karena tinggi laci kurang.
  4. Tidak menyisakan ruang untuk instalasi. Pipa air, kabel, dan selang gas perlu jalur yang jelas, termasuk ventilasi yang cukup.
  5. Mengabaikan tinggi meja. Dapur terasa menyiksa kalau meja tidak sesuai postur tubuh pemakainya.

Dapur yang akhirnya punya rumah untuk semuanya

Beberapa minggu kemudian, kabinet bawah dapur Rina selesai dipasang. Ia mengusap permukaan pintunya yang halus, lalu menarik laci panjang di dekat kompor. Rel-nya meluncur senyap. Di dalamnya, wajan dan panci berbaris rapi, dan tutupnya tersimpan di rak kecil di samping.

Sore itu, aroma bawang putih yang ditumis memenuhi dapur. Tidak ada lagi bunyi klontang dari lantai, tidak ada kardus lembap, dan punggungnya tidak lagi pegal karena berjongkok. Rina tersenyum, lalu mengambil wajan hanya dengan satu tarikan.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa tinggi kabinet dapur bawah yang ideal?
Umumnya sekitar 80 sampai 90 cm, sudah termasuk meja atas. Sesuaikan dengan tinggi badan orang yang paling sering memasak.

Berapa kedalaman kabinet bawah dapur yang pas?
Kira-kira 55 sampai 60 cm. Untuk dapur yang sangat sempit, kedalaman bisa dikurangi selama kompor dan bak cuci tetap muat.

Bahan apa yang paling cocok untuk kabinet dapur bawah?
Bagian bawah sering terkena air dan uap. Aluminium dan multiplek berlapis HPL dengan tepi tertutup rapat adalah pilihan yang umum. Pilih sesuai anggaran dan kondisi dapurmu.

Lebih baik kabinet bawah dapur pakai laci atau pintu?
Laci memudahkan mengambil panci dan wajan, sedangkan pintu swing cocok untuk kolong bak cuci. Banyak dapur memakai kombinasi keduanya.

Ringkasannya

  1. Kabinet dapur bawah menopang meja, menyimpan barang berat, dan menyembunyikan instalasi.
  2. Ukuran umum: tinggi sekitar 80 sampai 90 cm dan kedalaman sekitar 55 sampai 60 cm. Tetap sesuaikan dengan ruangmu.
  3. Pilih bahan yang tahan air, terutama di sekitar bak cuci.
  4. Padukan laci, pintu, dan rak sesuai cara kamu memasak.
  5. Hindari kesalahan umum seperti mengabaikan air dan memakai engsel asal murah.

Baca juga

Butuh kabinet dapur bawah yang pas untuk dapurmu?

Kirim foto dapur dan ukurannya lewat WhatsApp. Pak Tukang akan bantu menyarankan ukuran, bahan, dan model yang sesuai, gratis. Workshop kami di Serpong juga terbuka kalau Anda ingin melihat langsung contoh materialnya.

← Kembali ke semua artikel

Konsultasi Gratis!

Hubungi Pak Tukang untuk konsultasi gratis.

WA Pak Tukang
WA Pak Tukang