Logo Berkah Furniture dan Interior Berkah Furniture dan Interior
Kitchen Set Serpong - Berkah Furniture dan Interior

Beranda / Articles / Kabinet atas kitchen set

Kabinet Atas Kitchen Set: Pengertian, Fungsi, Model, dan Contohnya Lewat Cerita Rahma

· Berkah Furniture dan Interior

Kabinet atas kitchen set minimalis warna putih dan kayu terang yang menggantung rapi di dinding dapur

Toples bumbu yang memenuhi meja

Subuh di Bekasi masih remang, tapi dapur Rahma sudah hangat. Bawang putih berdesis di wajan, aromanya yang gurih menyusup sampai ke ruang tengah, dan dari kamar terdengar suara anaknya yang sedang dibangunkan suaminya.

Perempuan 35 tahun berhijab itu berjinjit, tangannya menggapai-gapai ke atas. Toples garam ada di rak besi yang ia tempel ke dinding, sedikit di atas jangkauannya. Ujung jarinya menyentuh tutup toples, dan ia mendengar bunyi plastik yang bergeser pelan, lalu nyaris jatuh. Di bawahnya, meja kerjanya nyaris tak terlihat: rak piring, botol minyak, toples bumbu, kotak bekal, semuanya berdesakan.

"Mejanya habis buat naruh barang, jadi motong sayur pun mepet-mepet," kata Rahma sambil membetulkan kerudungnya. "Padahal dinding di atas itu kosong, sayang banget."

Dapur tipe 54 itu sudah punya kabinet bawah dari pengembang, tapi dindingnya polos. Malam itu, setelah anak-anak tidur, Rahma mulai mencari tahu soal kabinet atas kitchen set: apa gunanya, modelnya apa saja, setinggi apa idealnya, dan bagaimana supaya dapur tetap minimalis. Semua yang ia pelajari kami rangkum di artikel ini, supaya kamu yang sedang mencari ide dan pengetahuan yang sama tidak perlu mulai dari nol.

Apa itu kabinet atas kitchen set?

Kabinet atas kitchen set adalah lemari dapur yang digantung di dinding, tepat di atas meja kerja. Isinya biasanya piring, gelas, toples, bumbu kering, mi instan, dan perlengkapan ringan yang sering dipakai. Karena menggantung, kabinet ini tidak menyentuh lantai dan tidak memakan area kerja di bawahnya.

Disebut "kitchen set" karena kabinet atas dibuat satu paket dengan kabinet bawah, dengan warna, ketebalan, dan finishing yang senada. Hasilnya tampak menyatu dari ujung ke ujung, berbeda dengan rak gantung lepasan yang modelnya beragam.

Pasangannya adalah kabinet bawah yang berdiri di lantai. Pembahasan bagian bawahnya ada di kabinet bawah kitchen set, dan gambaran paket lengkapnya ada di kabinet dapur atas bawah. Untuk pembahasan yang lebih dalam tentang bagian atas, baca juga kitchen set kabinet atas.

Apa saja fungsi kabinet atas?

Banyak orang mengira kabinet atas hanya pelengkap. Padahal perannya cukup besar, terutama di dapur yang tidak terlalu luas:

  • Memanfaatkan dinding yang kosong. Ruang vertikal yang tadinya terbuang jadi tempat menyimpan, tanpa menambah luas lantai.
  • Menjaga meja kerja tetap lega. Toples, piring, dan botol pindah ke atas, jadi meja bisa dipakai penuh untuk memotong dan menyiapkan bahan.
  • Menyimpan barang ringan yang sering dipakai. Piring, gelas, dan bumbu kering mudah diambil tanpa membungkuk.
  • Melindungi isi dari debu dan cipratan. Pintu tertutup menahan debu dapur dan uap minyak, jadi piring tetap bersih.
  • Membuat tampilan dapur menyatu. Barang yang biasanya berserakan tersembunyi rapi di balik pintu yang senada.
  • Menampung hood kompor. Di beberapa desain, bagian di atas kompor dibuat sebagai kabinet hood yang menyembunyikan saluran asap.

Bagian-bagian kabinet atas yang perlu kamu kenal

Waktu Rahma datang ke workshop, Pak Tukang menunjukkan kabinet atas yang sedang dirakit. Rahma mengangkat satu daun pintunya dan terkejut betapa ringannya, lalu ia mendengar bunyi "klik" pelan dari engsel yang baru dipasang.

BagianFungsi
Rangka (body kabinet)Struktur utama yang menahan isi, dibuat ringan tapi kuat
Daun pintuPenutup kabinet, menentukan tampilan dapur
EngselPenggerak pintu, pilih yang menahan pintu agar menutup pelan
Rak dalamPembagi ruang, sebaiknya bisa digeser sesuai tinggi barang
Pengait dan penggantung dindingPenahan seluruh beban kabinet di dinding, bagian yang tidak boleh asal
Handle atau profil tarikPegangan untuk membuka, bisa dibuat tersembunyi
Lampu bawah kabinet (opsional)Menerangi meja kerja supaya area memotong tidak gelap

Pilihan model kabinet atas dan contohnya

Setelah mengenal bagiannya, Rahma diajak mencoba berbagai contoh. Ia membuka satu pintu ke samping, mengangkat pintu lain ke atas, dan menggeser satu lagi, sambil membayangkan setiap model itu di dapurnya yang sempit.

Model kabinet atas kitchen set: pintu engsel, pintu buka ke atas, pintu geser, dan rak terbuka
ModelContoh isiKelebihanCatatan
Pintu engsel buka sampingPiring, gelas, toplesSederhana, hemat, banyak dipilihPintu yang terbuka bisa mengenai kepala di dapur sempit
Pintu buka ke atas (flip-up)Bumbu, mi instan, wadahPintu tidak menghalangi, isi terlihat jelasPerlu mekanisme penahan, biaya lebih tinggi
Pintu geserPerlengkapan makan, wadah kecilHemat ruang buka, cocok untuk lorong sempitHanya separuh isi yang terlihat sekaligus
Rak terbukaGelas cantik, toples kaca, tanaman kecilTerasa ringan, dapur tidak terkesan penuhHarus selalu rapi karena semuanya terlihat
Kabinet rak piringPiring dan mangkuk yang ditiriskanPiring langsung kering dan tersimpanPerlu dasar yang kuat dan penampung air
Kabinet sudutBarang yang jarang dipakaiMemanfaatkan sudut yang sering terbuangRuang dalam lebih sulit dijangkau
Kabinet hood komporTidak untuk penyimpanan (menutup hood)Saluran asap tersembunyi, tampilan menyatuJaga jarak aman dari api kompor

Rahma akhirnya memilih kombinasi. Pintu buka ke atas untuk bagian di atas meja yang paling sering ia pakai, pintu geser untuk sisi yang sempit, dan satu rak terbuka kecil untuk toples-toples cantik.

Contoh layout kabinet atas sesuai bentuk dapur

Selain model pintu, panjang dan susunan kabinet atas juga menentukan tampilan dapur. Pak Tukang menggambar beberapa pilihan di kertas, dan Rahma menunjuk satu yang paling mirip dindingnya.

LayoutCocok untukCatatan
Penuh sepanjang dindingDapur kecil yang butuh banyak penyimpananPaling lega untuk menyimpan, tampilan menyatu, tapi bisa terasa padat
Sebagian saja (di atas meja dan sink)Dapur yang ingin terasa lapangSisa dinding dibiarkan polos atau diberi keramik cantik
Kombinasi tertutup dan rak terbukaDapur minimalis yang ingin tampak hangatPintu untuk barang berantakan, rak untuk barang yang enak dipandang
Bentuk L di sudut dapurRumah tipe 36 sampai 60Sudut bisa dibuat kabinet sudut agar tidak terbuang
Dua sisi berhadapanDapur lorongPilih kabinet lebih dangkal agar lorong tidak terasa sempit

Rahma memilih layout kombinasi, karena ia ingin dapurnya terasa lapang tapi tetap rapi. Kalau kamu masih ragu apakah dapurmu butuh kabinet atas, baca juga kitchen set tanpa kabinet atas sebagai perbandingan.

Ide tampilan: kabinet atas yang minimalis dan hangat

Rahma ingin dapur yang bersih dan lapang, bukan dapur yang penuh ornamen. Pak Tukang menunjukkan beberapa gaya yang sering dipilih:

  • Putih polos dengan aksen kayu terang. Bersih dan lapang, kayu menambah rasa hangat supaya dapur tidak terasa dingin.
  • Warna kabinet atas lebih terang dari bawah. Bagian atas yang lebih ringan membuat dinding terasa lebih tinggi dan dapur lebih lega.
  • Warna netral lembut. Krem, abu muda, atau hijau sage yang menenangkan dan tidak cepat bosan.
  • Tanpa gagang menonjol (handleless). Memakai profil tarik tersembunyi, tampilannya mulus dan ujung kerudung tidak menyangkut saat kamu berjalan di dekatnya.
  • Lampu LED di bawah kabinet. Cahaya hangat yang jatuh ke meja kerja membuat dapur terasa nyaman, terutama saat memasak malam hari.

Tinggi dan ukuran kabinet atas: sesuaikan dengan jangkauanmu

Pak Tukang meminta Rahma berdiri tegak dan mengangkat tangan senyaman mungkin. Ia menandai titik jangkauan Rahma di dinding dengan pensil, lalu menggeser sedikit ke bawah.

"Kabinet atas itu jangan dipasang sesuai standar saja, Bu," katanya. "Kalau kerendahan, kepala bisa kena. Kalau ketinggian, Ibu harus berjinjit tiap hari."

BagianUkuran umum
Jarak meja kerja ke dasar kabinet atasSekitar 55 sampai 70 cm
Tinggi dasar kabinet atas dari lantaiSekitar 140 sampai 150 cm
Kedalaman kabinet atasSekitar 30 sampai 35 cm
Tinggi satu kabinetSekitar 60 sampai 90 cm
Lebar satu modulSekitar 40 sampai 90 cm
Jarak dari kompor ke dasar kabinet atau hoodMengikuti petunjuk kompor dan hood, umumnya lebih tinggi dari area lain

Angka di atas patokan umum saja. Tinggi badan pemakai, tinggi plafon, posisi jendela, dan ukuran hood bisa membuat ukuran akhirnya berbeda, jadi tetap perlu diukur langsung di dapurmu.

Bahan yang cocok untuk kabinet atas

Berbeda dengan kabinet bawah yang dekat air dan lantai basah, kabinet atas lebih kering. Tantangannya justru ada pada berat, karena seluruh isinya ditahan dinding.

  • Multiplek, ringan dan kuat, pilihan umum untuk rangka kabinet atas.
  • Blockboard, stabil dan tidak mudah melengkung, cocok untuk kabinet yang lebar.
  • Finishing HPL, permukaannya keras dan mudah dilap dari uap minyak yang menempel.
  • Pintu kaca atau aluminium berframe, membuat dapur terasa ringan, sesuai jika kamu suka isi yang tertata cantik.
  • Engsel dan penahan pintu berkualitas, dipakai berkali-kali setiap hari dan menentukan kenyamanan.
  • Pengait dan angkur dinding yang sesuai jenis dinding, karena dinding bata, beton, dan bata ringan membutuhkan pengait yang berbeda.

Rahma memilih rangka multiplek berlapis HPL putih, satu panel motif kayu terang, dan engsel yang menutup pelan. Dindingnya sudah dicek Pak Tukang sebelum pemasangan.

Cara mengatur isi kabinet atas supaya enak dipakai

Dua minggu kemudian, kabinet itu terpasang. Aroma kayu baru samar tercium, permukaan HPL-nya terasa halus dan dingin di telapak tangan, dan lampu LED di bawahnya menyala hangat ke meja kerja. Rahma membuka pintu pertama, hampir tanpa bunyi, lalu mulai menata isinya.

Isi kabinet atas kitchen set yang tertata rapi: piring, gelas, toples bumbu, dan wadah penyimpanan
  1. Rak paling bawah untuk yang paling sering dipakai. Gelas, piring harian, dan toples bumbu yang dipakai tiap hari.
  2. Rak tengah untuk perlengkapan makan. Mangkuk, piring saji, dan wadah kecil.
  3. Rak paling atas untuk barang jarang dipakai. Piring tamu, wadah cadangan, atau stok mi instan.
  4. Letakkan barang berat serendah mungkin. Barang berat di atas lebih berisiko jatuh dan membebani dinding.
  5. Beri wadah seragam untuk bumbu. Toples senada membuat isi kabinet tampak tenang dan mudah dicari.

Untuk pembahasan lebih lengkap, baca kitchen set kabinet atas dan kitchen minimalis.

Budget: bagian mana yang jangan dihemat?

Biaya akhir kabinet atas bergantung pada ukuran, bahan, finishing, jenis pintu, dan aksesori. Karena kabinet atas menggantung di dinding, ada bagian yang sebaiknya tidak dikorbankan demi menekan biaya.

BagianPrioritasSaran
Pengait dan angkur dindingUtamaJangan hemat, ini yang menahan seluruh beban
Engsel dan penahan pintuUtamaDipakai setiap hari, pilih yang kuat dan halus
Rangka dan ketebalan papanPentingSesuaikan dengan lebar kabinet dan berat isinya
Lampu bawah kabinetFleksibelBisa ditambahkan kemudian jika anggaran terbatas
Finishing luarFleksibelMotif sederhana biasanya lebih hemat
Rak terbuka dan pintu kacaFleksibelPilih seperlunya, pintu tertutup umumnya lebih praktis

Subuh yang berbeda di dapur Rahma

Sebulan kemudian, subuh di Bekasi masih remang. Bawang putih berdesis di wajan, aromanya memenuhi dapur, dan dari kamar terdengar suara anaknya yang sedang bersiap sekolah.

Rahma berdiri di depan kabinetnya, mengangkat satu pintu ke atas dengan ujung jari, dan mengambil toples garam tanpa berjinjit. Meja kerjanya lega, hanya ada talenan dan sepiring sayur yang baru dipotong. Untuk pertama kalinya, tangannya tidak perlu menggapai-gapai ke atas.

"Ternyata dapur yang nyaman itu bukan soal banyak barangnya," kata Rahma sambil tersenyum. "Tapi barangnya punya tempat, dan tangan kita bisa menjangkaunya."

Kesalahan umum saat membuat kabinet atas

  1. Dipasang terlalu tinggi. Barang di rak bawah pun sulit dijangkau, ukur jangkauan pemakai utama.
  2. Dipasang terlalu rendah. Kepala bisa terbentur dan meja kerja terasa sempit.
  3. Mengabaikan jenis dinding. Dinding bata ringan membutuhkan pengait yang berbeda dari dinding beton.
  4. Pintu buka samping di dapur sempit. Pintu yang terbuka bisa menghalangi gerak dan mengenai kepala.
  5. Menaruh barang berat di rak atas. Berbahaya jika jatuh dan memberi beban berlebih pada dinding.
  6. Kabinet atas terlalu dekat dengan kompor. Panas dan uap minyak merusak finishing dan berisiko, ikuti jarak aman dari kompor dan hood.
  7. Lupa memikirkan pencahayaan. Kabinet atas bisa membuat meja kerja gelap jika tidak diberi lampu.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu kabinet atas kitchen set?
Lemari dapur yang digantung di dinding, di atas meja kerja, untuk menyimpan piring, gelas, toples, dan bumbu kering.

Apa saja fungsi kabinet atas kitchen set?
Memanfaatkan dinding kosong, menjaga meja kerja tetap lega, menyimpan barang ringan yang sering dipakai, melindungi dari debu dan cipratan, serta membuat tampilan dapur menyatu.

Apa saja model kabinet atas kitchen set?
Pintu engsel buka samping, pintu buka ke atas, pintu geser, rak terbuka, kabinet rak piring, kabinet sudut, dan kabinet hood kompor. Kombinasi pintu tertutup dan rak terbuka kecil paling sering dipilih.

Berapa tinggi kabinet atas kitchen set yang pas?
Jarak dari meja kerja ke dasar kabinet umumnya sekitar 55 sampai 70 cm, atau sekitar 140 sampai 150 cm dari lantai. Sesuaikan dengan jangkauan pemakai utama.

Bahan apa yang cocok untuk kabinet atas kitchen set?
Multiplek atau blockboard berlapis HPL untuk rangka yang ringan dan kuat, dengan pengait dinding yang sesuai jenis dinding.

Apakah dapur kecil perlu kabinet atas?
Umumnya perlu karena memanfaatkan dinding yang kosong. Jika ingin terasa lapang, pilih kabinet atas sebagian atau kombinasikan dengan rak terbuka.

Ringkasannya

  1. Kabinet atas kitchen set adalah lemari dapur yang digantung di atas meja kerja, satu paket dengan kabinet bawah.
  2. Fungsinya memanfaatkan dinding kosong, menjaga meja tetap lega, dan menyimpan barang ringan yang sering dipakai.
  3. Kenali bagiannya: rangka, pintu, engsel, rak dalam, pengait dinding, handle, dan lampu.
  4. Pilih model dan layout sesuai bentuk dapur: pintu engsel, buka ke atas, geser, atau rak terbuka.
  5. Tinggi pemasangan sebaiknya mengikuti jangkauan pemakai utama, bukan hanya standar.
  6. Pastikan jenis dinding sesuai dengan pengait yang dipakai.
  7. Jangan hemat di pengait dinding dan engsel.

Baca juga

Ingin memasang kabinet atas sesuai dapurmu?

Kirim foto dapur dan ukurannya lewat WhatsApp, sekalian sebutkan tinggi badanmu. Pak Tukang akan bantu menentukan tinggi pemasangan, layout, model pintu, dan bahan yang pas, serta memberi gambaran biaya, gratis. Workshop kami di Serpong juga terbuka kalau kamu ingin melihat dan mencoba langsung contoh pintu dan engselnya.

← Kembali ke semua artikel

Konsultasi Gratis!

Hubungi Pak Tukang untuk konsultasi gratis.

WA Pak Tukang
WA Pak Tukang